Mabuk oleh Semoga

Dibaca: - orang
Durasi Baca: -
Kata: -
Karakter (tanpa spasi): -
Karakter (dengan spasi): -
Paragraf: -
Baris: -

[Puisi Komunitas Lintas Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober]

 

    Pikiran riuh, tubuh enggan runtuh,
 Banyak rasa yang tak dapat diungkapkan,
 Mengendap endut-endut di muara kisruh.
 Saat menanti terang memeluk jiwa, 
Mendamba bahagia lekas tiba, 
Sedang bernapaskan asap dan berpijakkan nyala bara. 
 
Tanpa setahu diri, pagi menyapa
 Mentari benderang cahayanya
 Akankah jiwa demikian saja? 
 
 
Dunia lebih riuh dari pikiran, lebih cepat dari nalar sadar 
Kabar demi kabar laksana berlomba
 Udara bertambah gemetar kaku, tidak selepas dulu
 Bagaimana, diri? 
 
Sedang senja kembali tiba, suram menyelimuti angkasa 
Dapatkah kuselami malam begitu kelam? 
Dan aku masih di sini, Bergelimang angan dan dosa,
 Menanti hari segera berganti, Mabuk oleh bila dan semoga.