Setelan Membaca

Videografi

Konten Utama

šŸ“¢ [GELAR WICARA HUT KE-7 KOMUNITAS LINTAS] 🄳✨

SENADA: Selisik Naskah Deskripsi Audio “Mengupas Proses Kreatif Naskah Deskripsi Audio”

Tahukah kamu bahwa Deskripsi Audio (Audio Description [AD]) bukan hanya sekadar alat bantu aksesibilitas, melainkan sebuah seni bercerita visual yang bermanfaat untuk semua orang? šŸŽ¬šŸŽ§
Mulai dari menghidupkan imajinasi penikmat audio, membantu fokus penonton, mendukung pembelajaran bahasa, hingga membuka akses penuh bagi penyandang disabilitas netra—Deskripsi Audio menjembatani konten visual agar bisa dinikmati oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Dalam rangka merayakan HUT ke-7 Komunitas Lintas, mari selisik lebih dalam bagaimana naskah deskripsi audio dirancang secara inklusif dan kreatif untuk menyelaraskan visual dan narasi!
šŸŽ™️ Narasumber Istimewa:
1. Mila K. Kamil
(Audio Description Writer, Initiator & Co-founder Komunitas Audio Description Indonesia)
2. Juwita Maulida
(Blind Audio Description Quality Controller & Co-founder Komunitas Audio Description Indonesia)
šŸ—“️ Catat Tanggal & Waktunya:
• Hari/Tanggal: Sabtu, 15 Agustus 2026
• Waktu: Pukul 19.00 WIB – selesai
• Media: Zoom Meeting
šŸ“Œ Cara Berpartisipasi:
Kegiatan ini terbuka untuk umum bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia penulisan, audio, kreativitas, dan literasi inklusif!
Untuk mendapatkan akses ruang Zoom, wajib bergabung terlebih dahulu ke grup Media Jejaring Lintas melalui tautan berikut:
šŸ‘‰
https://www.lintasliterasi.my.id/jejaring
Mari belajar bersama bagaimana narasi bersuara dapat membuka wawasan bagi semua kalangan! Sampai jumpa di ruang virtual! šŸ‘‹✨
#KomunitasLintas #HUT7KomunitasLintas #Senada #AudioDescription #DesainUniversal #InklusiUntukSemua #LiterasiInklusif #ProsesKreatif

Tumbuh dan Tangguh: Seni Menerima Kegagalan dan Melangkah Lebih Jauh ✨

Halo, Sobat Lintas! šŸ‘‹

Pernah merasa lelah karena terus dituntut harus sukses? Atau sedang cemas karena proses hidupmu terasa lambat dibanding orang lain?

Dalam rangka HUT ke-7 Komunitas Lintas, kami mengundangmu hadir dalam ruang refleksi hangat bersama Alvi Syahrin (Penulis Bestseller buku-buku pengembangan diri seperti Insecurity is My Middle Name, Overthinking is My Hobby & I Hate It, dan Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta).

Melalui karya-karyanya, Alvi telah banyak menginspirasi anak muda untuk memeluk ketidaksempurnaan dan merawat kesehatan mental. Di talkshow ini, beliau akan mengajak kita belajar tentang seni menerima kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh.

• Hari, Tanggal: Minggu, 16 Agustus 2026

• Waktu: 19.00 WIB

• Media: Zoom Meeting

• Narasumber: Alvi Syahrin (Penulis Buku Self-Improvement)

šŸŽŸ Syarat & Cara Ikut:

Akses/link Zoom akan dibagikan khusus bagi anggota grup. Silakan bergabung terlebih dahulu ke Grup Media Jejaring Lintas di:

šŸ‘‰ https://www.lintasliterasi.my.id/jejaring

Mari saling menguatkan, menumbuhkan resiliensi, dan berani melangkah lebih jauh bersama-sama! šŸ™Œ

šŸŽ‰ Realtime Storytelling Challenge HUT 7 Komunitas LINTAS

Hai hai Sobat Lintas!!
Ada yang seru dan berhadiah lho! 🤩
Dalam rangka memperingati HUT 7 Komunitas LINTAS (Literasi Tanpa Batas), yuk ikutan Realtime Storytelling Challenge! Ini kesempatan buat Sobat Lintas menunjukkan keberanian, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bercerita secara langsung di depan teman-teman. Siapa tahu, kamu yang membawa pulang hadiahnya! ✨

šŸ—“ Senin, 17 Agustus 2026
šŸ•– Pukul 19.00 WIB–selesai
šŸ’» Via Zoom

šŸ“ Daftar dulu yuk dengan mengisi formulir pendaftaran di:
https://form.lintasliterasi.my.id/form-pendaftaran-storytelling

⏰ Pendaftaran ditutup pada 12 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Jadi jangan sampai kelewatan ya!
Setelah mendaftar, peserta akan diundang ke grup WhatsApp untuk mengikuti technical meeting yang akan dilaksanakan sebelum hari perlombaan sesuai waktu yang disepakati bersama.
Challenge akan berlangsung secara live melalui Zoom. Akan dipilih 2 orang pemenang, dan masing-masing akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp200.000.

Penilaian juri meliputi:
1. Alur cerita 25%
2. Intonasi 20%
3. Ekspresi 20%
4. Artikulasi 20%
5. Kreativitas 15%

Nah, tunggu apa lagi Sobat Lintas? šŸ˜„
Ayo segera daftar, isi formulirnya, lalu siapkan cerita terbaikmu. Gak perlu takut kalau belum pernah ikut lomba sebelumnya. Yang penting berani tampil, percaya diri, dan nikmati prosesnya. Kami tunggu penampilan terbaik Sobat Lintas di Realtime Storytelling Challenge HUT 7 Komunitas LINTAS!!
Sampai ketemu di Zoom! šŸ’™

#RealtimeStorytellingChallenge
#TangguhBerliterasiTumbuhDalamHarmoni
#HUT7KomunitasLINTAS
Daftar Postingan

6 Langkah Menulis sebagai Katarsis

Sudah sering kita mendengar, menulis dapat menjadi salah satu bentuk terapi mental. Dengan menulis, beban-beban emosi dapat tertumpah ke atas media tulis. Maka, banyak penulis dan psikolog yang menyebut menulis sebagai salah satu kegiatan katarsis. Dalam salah satu artikel pada laman website milik  Yayasan  Peduli Kasih ABK , penulis buku-buku psikologi dan Founder Kampoong Hening , Sofie Beatrix , mengungkapkan bahwa k atarsis adalah cara yang kita lakukan untuk bisa merilis atau melepaskan beban emosi yang ada dalam diri kita. Lantas, b agaimana Menulis untuk Katarsis? Sebagaimana dikutip dari laman  Ruang Menulis , Stephen Parato memberikan lima langkah menulis untuk keperluan katarsis. 1. Ambil suasana dan sikap rileks Ciptakan suasana yang rileks. Duduk dengan tenang, lepaskan beban. Pilih tempat yang nyaman. Tarik na p as dalam-dalam, lepaskan dengan pelan-pelan. Sampai na p as Anda teratur. Jika perlu, minum yang hangat atau sejuk sesuai keperluan Anda, untuk menciptakan kondisi rileks. Pilih tempat
Baca Selengkapnya

Puisi Sajian Basi

Lagi-lagi ia tak tersentuh Wanginya tak menggoda siapapun Tiada yang mencecap walau sekadar mencicipi Akhirnya ia beristirahat di tempat sampah. Hati merintih perih Rasa sia-sia menusuk Hidangan yang dibumbui cinta hanya sebatas terhidang Sesal membungkus pemikiran. Tanya menggelegak Seribu alasan dikais-kais Namun tiada jawab yang mententramkan Pikiran penuh prasangka menusuk dada. Harapan menjadi putri dalam keluarga baru melintir pergi Miris menetap menyeret ingin tuk menjauh Patahan hati menggerung kecewa Menantu takkan mendapat ruang yang tepat di hati. Retakan hati menjerit Langkah tanpa haluan pulang jadi angan nan manis Gerah dalam kesalahan tiada paripurna Letih ingin rebah dalam tentram kesendirian. Hati yang digoresi perlahan tak setangguh bayangan Kalah sudah digaungkan sekeras mungkin Tak usah ada pernikahan bila lahir pertikaian Bulir kirstal telah mengering tuk terurai. Ketegaran yang tersisa secercah Kesanggupan yang telah berdiri di birai Tak menjanjikan ketangguhan tuk lebih jauh bertahan Biar
Baca Selengkapnya

Corat-coret Tanpa Makna Part II

Kawan, masih ingatkah corat-coretku beberapa hari lalu yang tanpa makna itu? Jika masih, sebaiknya lupakan saja. Sejatinya aku bukan orang yang senang mempertunjukkan kelemahan di depan umum. Jangankan kelemahan sendiri, kelemahan orang lain pun, termasuk mereka yang kurang kuberikan respect, enggan kudemonstrasikan di ruang publik, baik dunia nyata maupun dunia maya. Kalau aku adalah penyerang dalam sebuah tim sepak bola, pasti aku dianggap tidak punya naluri pembunuh (killer insting), dan itu buruk bagi tim. Segala keluh kesahku kemarin tidak patut diapresiasi, tidak layak menjadi alasan bagi siapa pun untuk menghabiskan waktu membacanya. Mungkin ada yang bilang itu bukanlah kelemahan. Aku setuju, itu memang bukan kelemahan, melainkan ketidakberdayaan. Hahahaha, sama saja, bukan? Aku tidak akan membela diri. Aku punya terlampau banyak sifat buruk, yang akhirnya memerangkapku dalam dilema berkepanjangan. Contohnya sedang terjadi beberapa waktu belakangan ini.  Sebagaimana kuceritakan kem
Baca Selengkapnya

Navigasi Halaman