Efek Diksi pada Ajakan Bertindak dalam Copywriting
Saya baru saja membaca buku yang ditulis oleh seseorang yang lebih dari 40 tahun telah berkarier di dunia pertelevisian tanah air, khususnya TVRI. Salah satu hal menarik menurut saya dalam buku itu adalah anjuran bagi para penyampai informasi di televisi untuk senantiasa menggunakan kata-kata yang positif dan menghindari impresi negatif. Misalnya, gunakan kata-kata, "ingatlah" alih-alih "jangan lupa dan "pastikan untuk menyaksikan" alih-alih "jangan sampai ketinggalan ...". spontan saya teringat bahasa-bahasa dalam copiwriting (wara) yang begitu sering lewat di medsos . Betapa sering saya menemukan kata-kata yang tidak dianjurkan tadi dalam ajakan bertindak di akhir informasi promosi itu. Saya langsung berpikir, apakah si pembuat copywriting ini memang tidak dibekali pengetahuan seperti yang dijelaskan si penyiar senior tadi, ataukah memang nilai kata-kata itu sudah bergeser maknanya seiring perubahan zaman sehingga tidak berpengaruh lagi kepada impres