Narasi Diri : Sebuah Autobiografi Ugahari
Diantar dengan kesederhanaan aku lahir. Tepat sepuluh hari menjelang hari raya kurban, dua Februari dua ribu tiga, bertempat di kampung bernama Bogoran, termasuk pinggiran timur Kota Bantul Yogyakarta, aku lahir dari pasangan Tri Astono dan Apri Ariani. Sampai empat bulan tidak ada masalah, aku tumbuh seperti umumnya bayi. Akan tetapi begitu dibawa ke dokter, ada keanehan pada gerak-gerik bola mata, yaitu selaput putihnya selalu menatap ke atas. Akhirnya diadakanlah operasi mata guna membersihkan dan membetulkan selaput. Operasi mata itu berlokasi di Rumah Sakit Mata Yap Prawiro Husodo Yogyakarta. Sampai empat tahun, hidup terasa baik-baik saja. Memasuki usia keempat, aku lagi-lagi tidak paham secara rinci kenapa aku harus kembali dioperasi mata. Kali ini di Rumah Sakit Mata Cecendo, Bandung. Kurang lebih, kata nenek, sih, ada masalah pada lensa sehingga harus diganti. Selesai operasi,bersama bapak dan ibu, aku tinggal di sebuah kontrakan yang termasuk daerah pemukiman rumah toko (ruko) t